MAKASSAR, KORANSULSEL – Pemerintah Kota Makassar tancap gas mempercepat pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya. Proyek ini digarap lintas sektor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sebagai bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur kota.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan percepatan pembangunan stadion tersebut sudah dimulai. Seluruh perangkat daerah terkait, termasuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kini tengah menyusun langkah konkret agar proses berjalan lancar.
“Kami percepat pembangunan stadion ini. Semua pihak yang terlibat harus siap dan bergerak cepat untuk memastikan tahapan berjalan sesuai rencana,” ujarnya, Minggu (20/7/2025).
Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Muh Fuad Azis, menyebut pembangunan stadion ini masuk dalam program strategis Pemkot dan telah diakomodasi dalam Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Saat ini, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk kawasan Untia juga tengah diperkuat.
“Kami telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian ATR/BPN dan mendapat dukungan untuk percepatan. Progresnya terus kami matangkan, baik secara makro lewat RTRW maupun teknis kawasan,” jelas Fuad.
Anggaran untuk dokumen perencanaan seperti Amdal, Andalalin, dan Detail Engineering Design (DED) juga sudah mulai dialokasikan. Penimbunan lahan seluas 6,3 hektare akan dimulai pada 2026, disusul pengurusan izin lingkungan dan lalu lintas. Sementara konstruksi fisik stadion dijadwalkan mulai 2027.
Dinas Penataan Ruang memperkirakan kebutuhan anggaran penimbunan mencapai Rp70 miliar, sementara pengurusan Amdal Lalin dan Amdal Lingkungan diperkirakan Rp1,3 miliar.
Stadion Untia dirancang tak sekadar sebagai fasilitas olahraga, tapi juga sebagai pusat pertumbuhan kawasan. Pemkot berharap keberadaan stadion akan mendorong masuknya investasi baru, seperti pembangunan hotel, pusat pelatihan atlet, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Fuad menegaskan bahwa hasil koordinasi dengan Kementerian dan Pemprov Sulsel menunjukkan tidak ada hambatan berarti di kawasan yang akan dibangun stadion.
Adapun untuk konstruksi stadion yang diperkirakan menelan biaya Rp400 hingga Rp500 miliar, Pemkot tengah menyiapkan dua skema pembiayaan: melalui APBD murni atau kerja sama investasi pihak ketiga.
“Kita harus siapkan skenario alternatif. Jangan sampai hanya mengandalkan investor, tapi malah stagnan kalau tak kunjung ada yang masuk. Karena itu, skema pembiayaan dari APBD juga tetap disiapkan,” pungkasnya. (ant/KS)




