MAKASSAR, KORANSULSEL – Pemerintah Kota Makassar terus mendorong percepatan pembangunan kawasan terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Salah satu mitra strategis yang diajak bersinergi adalah manajemen Summarecon Mutiara Makassar (SMM).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam pertemuan bersama jajaran SMM pada Jumat (tanggal sesuai kebutuhan), menyatakan bahwa pengembangan kawasan terpadu harus berjalan searah dengan visi penataan kota. Untuk itu, Pemkot ingin memahami secara rinci rencana investasi yang akan dijalankan.
“Pertemuan ini kami gelar agar kami tahu detail rencananya, supaya pemerintah bisa mendukung dan melakukan intervensi yang diperlukan secara tepat,” ujar Munafri.
Ia mengapresiasi konsep pengembangan yang diusung Summarecon, yang menurutnya telah menjadi model percontohan nasional dan kini mulai memberikan dampak nyata di Kota Makassar.
Munafri menegaskan bahwa pemerintah kota terbuka terhadap investasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan kota secara luas. Karena itu, ia menginginkan sinergi konkret antara Pemkot dan investor untuk membangun kota secara kolaboratif.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah dan investor harus jalan bersama untuk menciptakan pertumbuhan kawasan yang modern dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Makassar mengedepankan sistem perizinan yang cepat, mudah, dan transparan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Munafri juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main di luar jalur resmi perizinan.
“Sistem PTSP yang kami bangun adalah jalur resmi. Kami pastikan cepat, efisien, dan transparan. Jangan sampai ada oknum yang justru menghambat dan merugikan iklim investasi,” jelasnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan SMM adalah keberadaan Pasar Mandiri. Munafri menilai pasar tersebut sebagai contoh nyata revitalisasi pasar tradisional dengan pendekatan modern.
“Pasar Mandiri di kawasan SMM bisa menjadi role model pembenahan pasar tradisional lainnya di Makassar. Kita butuh standar baru: pasar yang bersih, tertib, dan berdaya saing,” tambahnya.
Pemkot Makassar menargetkan seluruh kebijakan pembangunan kawasan ke depan akan diarahkan pada keterpaduan, efisiensi ruang, dan keterlibatan aktif investor dalam mewujudkan kota yang maju dan inklusif. (ant/KS)




