24 Daerah di Sulsel Teken Komitmen Tangani Stunting, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Dukungan Makassar

MAKASSAR, KORANSULSEL — Sebanyak 24 kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan komitmen bersama dalam menangani stunting dan persoalan gizi lainnya. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam lokakarya bertema “Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak”, yang digelar di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (16/7/2025).

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang turut hadir dalam kegiatan itu menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Makassar untuk membangun kota yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperkuat program gizi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Aliyah.

Aliyah juga menegaskan bahwa perhatian terhadap isu gizi dan penurunan stunting bukan hal baru baginya. Selama menjabat dua periode sebagai Anggota DPR RI Komisi IX (2014–2024), ia aktif memperjuangkan pemenuhan gizi ibu dan anak, serta mendukung kebijakan nasional terkait peningkatan layanan kesehatan dasar.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan UNICEF. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi lintas sektor, dan mendorong pelaksanaan program gizi yang berkelanjutan, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.

Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja, mengapresiasi keterlibatan aktif para pemimpin daerah. Menurutnya, sinergi semua pemangku kepentingan adalah kunci utama dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

“Ini bentuk komitmen bersama yang sangat penting untuk mengatasi persoalan gizi anak,” kata Henky.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan gizi kini tak hanya stunting, tapi juga obesitas anak yang mulai meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

“Kita tidak boleh lengah. Kekurangan dan kelebihan gizi sama-sama berdampak pada tumbuh kembang anak dan produktivitas bangsa ke depan,” ujarnya.

READ  Kebakaran Hebat di Makassar Menghanguskan 7 Bangunan, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

Henky menekankan bahwa penanganan masalah gizi adalah investasi jangka panjang dalam rangka menyongsong generasi Indonesia Emas 2045.

Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 27,4 persen pada 2019 menjadi 23,3 persen pada 2023.

“Ini bukti bahwa kerja keras dan kolaborasi lintas sektor bisa menghasilkan perubahan nyata. Kita harus jaga dan tingkatkan sinergi ini,” tegasnya. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER