MAKASSAR, KORANSULSEL – PT Angkasa Pura Indonesia segera menyiapkan area khusus bagi jamaah umrah dan para pengantarnya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Langkah ini merupakan respons terhadap tingginya aktivitas keberangkatan umrah di Sulawesi Selatan, sekaligus untuk meningkatkan kenyamanan dan standar pelayanan bandara internasional.
“Kami akan buat area khusus untuk jamaah umrah dan pengantarnya. Saat ini masih dalam proses, dan kami usahakan bisa direalisasikan dalam bulan ini,” kata General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, di Makassar, Senin (14/7/2025).
Ia menjelaskan, penumpang umrah merupakan segmen terbesar pengguna jasa Bandara Sultan Hasanuddin, selain penumpang transit. Karena itu, menurutnya, memberikan layanan khusus bagi jamaah dan keluarga pengantar merupakan bagian dari prioritas pengembangan pelayanan.
Ruang khusus yang disiapkan akan dilengkapi dengan lounge atau ruang tunggu nyaman bagi pengantar jamaah. Fasilitas ini diharapkan mampu merespons kebutuhan kultural masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki tradisi kuat dalam mengantar keberangkatan ibadah umrah.
“Di Sulsel, mengantar jamaah umrah sudah menjadi budaya. Tapi kami juga harus menyesuaikan dengan standar internasional. Saya cukup miris melihat masih ada calon jamaah menenteng makanan layaknya di terminal tradisional. Bandara ini kan bandara internasional. Maka itu kami hadirkan ruang tunggu yang lebih tertib dan nyaman,” ungkap Minggus.
Tak hanya itu, Bandara Hasanuddin juga tengah menyiapkan gerai oleh-oleh umrah di area terminal. Tujuannya, untuk meminimalkan risiko kelebihan bagasi—masalah yang kerap dihadapi jamaah umrah. Terlebih, kini telah tersedia layanan penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah tanpa transit oleh maskapai Garuda Indonesia, bekerja sama dengan salah satu penyelenggara haji dan umrah.
“Intinya, kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi jamaah. Apalagi, Sulsel memiliki proporsi umat Muslim yang sangat besar—sekitar 93,6 persen dari total penduduk,” ujarnya.
Di sisi lain, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sendiri tengah dalam proses pengembangan besar-besaran. Saat ini, progres pembangunan bandara telah mencapai 86 persen, dengan daya tampung sementara sekitar 9.000 penumpang. Targetnya, bandara akan mampu menampung hingga 15.000 orang pada akhir tahun 2025.
Minggus menegaskan, seluruh inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Angkasa Pura Indonesia untuk menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin sebagai gerbang layanan ibadah yang nyaman, modern, dan sesuai standar global. (ant/MK)




