150 Siswa Kurang Mampu Diasramakan di Sentra Wirajaya Makassar untuk Sekolah Gratis Program Kemensos

MAKASSAR, KORANSULSEL – Sebanyak 150 siswa dari keluarga prasejahtera resmi mengikuti program Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMP yang diselenggarakan di Sentra Wirajaya, Makassar. Mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga tinggal di asrama selama tiga tahun penuh sebagai bagian dari program Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Program ini dirancang untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Nur Alam, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah melalui proses seleksi ketat, termasuk verifikasi data dan kunjungan langsung ke rumah oleh petugas Kemensos serta pendamping PKH.

“Program ini bukan sekadar memberi akses pendidikan gratis, tapi juga menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ujarnya, Senin (14/7/2025).

Di Sulawesi Selatan sendiri terdapat 15 titik pelaksanaan SR yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Khusus di Kota Makassar, kegiatan berlangsung di dua lokasi: Sentra Wirajaya dan Balai Pelatihan Kemensos di Jalan Bung.

Sistem pendidikan yang diterapkan menggabungkan pelajaran akademik di pagi dan siang hari, serta pembinaan karakter di malam hari. Nur Alam menegaskan, pendekatan ini bertujuan membentuk siswa secara utuh, baik dari aspek intelektual maupun moral.

“Setiap malam, siswa akan dibina melalui pendidikan karakter, keagamaan, dan sosial. Jadi mereka tidak hanya cerdas, tapi juga punya akhlak dan empati sosial,” katanya.

Untuk mendukung proses belajar, sebanyak 13 guru dari program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah tersertifikasi ditugaskan mengajar. Selain itu, ada satu wali asrama, operator sekolah, serta 16 tenaga profesional dari Sentra Wirajaya yang turut terlibat dalam operasional harian, termasuk keamanan lingkungan sekolah.

Hamsina, salah satu orang tua siswa asal Daya, Kecamatan Biringkanaya, mengaku berat melepas anaknya tinggal di asrama. Namun ia menyadari pentingnya kesempatan tersebut.

READ  Perwakilan 15 Kampus Ikuti Stundent Camp NUNI 2023

“Ini pertama kali saya berpisah dengan anak. Rasanya berat, tapi demi masa depannya, kami ikhlas. Kami hanya bisa berdoa agar dia sukses dan menjadi anak yang baik,” tutur Hamsina dengan mata berkaca-kaca.

Program SR ini diharapkan menjadi jalan keluar konkret bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak, sekaligus membekali mereka dengan karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER