MAKASSAR, KORANSULSEL – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan seni merangkai bunga sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya. Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi pengurus Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) di Makassar, Selasa (8/7/2025).
“Kehadiran IPBI di Makassar dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem seni dan budaya, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam industri kreatif yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Aliyah.
Ia mengapresiasi kiprah IPBI dalam mengembangkan seni merangkai bunga yang tak sekadar memperindah ruang, tapi juga mengandung filosofi dan nilai ekspresi emosional. Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, siap menjalin kolaborasi, khususnya di bidang ekonomi kreatif, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian seni tradisi.
Ketua Umum DPP IPBI, Anna Meyliawati, dalam kesempatan tersebut memaparkan perjalanan organisasi yang telah berdiri sejak 1981 sebagai wadah para perangkai bunga, desainer floral, serta pecinta dan pehobi dari seluruh Indonesia.
“IPBI aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif seperti seminar, lokakarya, kursus, lomba, dan pameran bunga,” ujarnya.
Salah satu agenda utama IPBI adalah Simposium Nasional dua tahunan, yang menjadi ajang bagi para perangkai bunga dari seluruh nusantara untuk unjuk karya dan berbagi ilmu.
Dalam pertemuan ini, pengurus IPBI juga memperkenalkan konsep seni merangkai bunga berbasis material lokal khas Sulawesi Selatan, seperti janur dan daun lontar. Material tersebut dinilai memiliki nilai budaya dan estetika tinggi, serta mampu memperkuat identitas lokal dalam setiap karya floral.
Audiensi turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Makassar, di antaranya Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Puspawati Hera, Sekretaris Dinas Koperasi A. Indrawaty, dan Kepala Bidang Dinas P3A Nanin Sudiar, A.P. (ant/KS)




