Jumat, Maret 1, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wali Kota Makassar Tantang Bapenda Penuhi Target PAD Rp2 triliun

MAKASSAR, KORAN SULSEL – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menantang Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar untuk kembali pecahkan rekor penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp2 triliun.

“Tahun 2023 menjadi sejarah di mana target PAD bisa tembus Rp1,5 triliun. Tahun ini, kami menantang kembali untuk bisa memenuhi target Rp2 triliun,” ujarnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Danny — sapaan akrab Ramdhan Pomanto pun menaruh harapan yang sangat besar kepada Kepala Bapenda Firman Pagarra bersama timnya, apalagi saat ini sudah diberikan tugas baru sebagai Penjabat Sekda Makassar.

Ia menyatakan penunjukan Firman Pagarra sebagai Pj. Sekda Makassar karena pencapaiannya yang selalu mampu menunjukkan kemampuannya dalam memimpin organisasi besar.

“Saya berharap dalam lingkup yang lebih besar harus dilakukan seperti itu karena kelemahan organisasi kita adalah egosentris,” tuturnya.

Tugas khusus lain, tentunya tetap produktif di tahun politik dan mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp2 triliun.

“Saya kira kalau bisa sampai Rp2 triliun. Kedua lebih produktif di tahun politik karena biasanya tahun politik kita terjebak dalam situasi politik. Itu jangan, justru harus kencang,” ucap Danny Pomanto.

Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Firman Pagarra resmi menjabat sebagai Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar setelah menerima SK dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

SK sebagai Pj Sekda Makassar diserahkan oleh Pj Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan (Sekprov Sulsel) Andi Muhammad Arsjad kepada Firman Pagarra yang didampingi Kepala BKPSDM Kota Makassar Akhmad Namsum, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (4/1).

Firman Pagarra ditunjuk Pj Sekda berdasarkan usulan dari Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Salah satu pertimbangannya masuk dalam lima OPD terbaik.

Pertimbangan lain, Firman Pagarra berhasil mengompakkan Bapenda yang selama ini dianggap terpecah-pecah.

“Firman ini berhasil mengompakkan organisasi di bawahnya. Dulunya terpecah-pecah itu di Bapenda, dan sekarang di bawah kepemimpinannya Bapenda adalah salah satu organisasi terkompak di lingkungan OPD,” kata Danny Pomanto.

Terbukti, produktivitas kinerja orang-orang di Bapenda di bawah kepemimpinan seorang Firman Pagarra kata Danny Pomanto terus mengalami peningkatan.

“Saya melihat kenapa kompak karena memang betul-betul merata. Manajemen pemerataan di Bapenda bagus sekali,” tegasnya. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular