Jumat, Maret 1, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kolaborasi Pj Gubernur Sulsel dan Mentan SYL, Gerak Cepat Tangani Inflasi dan Kekeringan

MAKASSAR, KORAN SULSEL – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, berkolaborasi dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) untuk mengambil langkah cepat dalam mengendalikan laju inflasi dan meningkatkan ketersediaan pangan pokok nasional. Kolaborasi ini menjadi sangat penting mengingat tantangan yang semakin berat, yaitu adanya perubahan iklim dan iklim ekstrim seperti kekeringan (El-Nino), yang diprediksi akan berdampak pada penurunan produksi dan ketersediaan pangan secara global, termasuk di Indonesia.

Bahtiar mengungkapkan penghargaannya atas dukungan penuh yang diberikan oleh Kementan, khususnya Mentan SYL, kepada Pemerintah Provinsi Sulsel dalam upaya mengendalikan inflasi dan mengatasi dampak El Nino. Hal ini diharapkan dapat menjaga produksi pangan di Sulsel dan bahkan menyumbang kebutuhan pangan nasional.

Menurut Bahtiar, program Kementan dapat memperkuat program Pemerintah Provinsi Sulsel dalam mengendalikan inflasi dan mengatasi El Nino. Salah satunya adalah perluasan program mandiri benih dan dukungan untuk program ketahanan pangan seperti gerakan tanam dan urban farming.

“Berbagai program dan bantuan strategis yang diberikan oleh Menteri Pertanian harus kami manfaatkan sepenuhnya untuk memastikan tercapainya produksi yang diharapkan. Kami harus bekerja keras dalam mengendalikan inflasi dan dampak El Nino ini. Kementerian Pertanian akan melakukan evaluasi bulanan. Kami bertekad untuk merealisasikan apa yang telah kami janjikan,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Dampak El Nino, yang diselenggarakan di Kantor Gubernur pada Senin, 18 September 2023.

Sementara itu, Mentan SYL menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan implementasi arahan dari Presiden Jokowi yang menginstruksikan untuk fokus pada enam provinsi utama dalam hal ketersediaan pangan, terutama menghadapi El Nino.

“I hari ini semua permintaan yang diajukan oleh Gubernur dalam upaya menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional dan lokomotif Indonesia timur semakin menjadi kenyataan. Kita harus mengantisipasi dengan baik, karena El Nino memiliki dampak signifikan pada penurunan produksi,” kata Mentan SYL.

Mentan SYL, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Sulsel selama dua periode, menyebutkan bahwa Kementan memberikan bantuan berupa traktor, kultivator, pompa air, dan handsprayer. Selain itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 100 juta dan Rp 50 juta kepada Pemerintah Provinsi Sulsel.

Lebih lanjut, Mentan SYL menyampaikan bahwa Kementan telah melakukan sejumlah upaya dalam mengantisipasi dampak El Nino. Salah satunya adalah identifikasi dan pemetaan daerah yang terdampak kekeringan, serta percepatan penanaman untuk memanfaatkan sisa hujan.

Selain itu, peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi fokus, bersama dengan upaya meningkatkan ketersediaan air melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur seperti embung, dam, sumur, dan jaringan irigasi. Dukungan untuk benih tahan kekeringan juga merupakan langkah penting.

Mentan SYL juga mencatat beberapa program lain yang akan dilakukan, termasuk program adaptasi dan mitigasi dampak El Nino, Gerakan Nasional (Gernas) El-Nino dengan peningkatan pertanaman di berbagai daerah, pengembangan pupuk organik, pembiayaan KUR, asuransi pertanian, dan penyiapan lumbung pangan hingga tingkat desa.

“Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi yang menjadi lokasi Gernas Penanganan El Nino dengan luas area yang signifikan. Saya berharap kita semua dapat bekerja dengan serius dan cerdas dalam menjalankan Gernas penanganan El Nino ini,” tegasnya. (hms/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular