MAKASSAR – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menargetkan sekitar 5.000 peserta menghadiri rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 yang akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026.
Ketua Panitia Harian HUT Dekranas ke-46, Sukarniaty Kondolele, mengatakan kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.
Menurutnya, sektor UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga penyedia jasa penyelenggaraan acara akan merasakan manfaat langsung selama kegiatan berlangsung.
“Peserta diperkirakan berada di Makassar selama empat hingga lima hari. Perputaran ekonomi bukan hanya terjadi saat acara berlangsung, tetapi juga sejak tahap persiapan hingga setelah kegiatan berakhir,” ujarnya.
Sukarniaty optimistis Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia yang menjadi salah satu agenda utama akan mendorong peningkatan transaksi sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk-produk unggulan daerah.
Menurutnya, pameran tersebut tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM, tetapi juga berpotensi melahirkan kemitraan bisnis antardaerah serta memperkuat jaringan distribusi produk kriya dan wastra nasional.
“Harapan kami, pelaku UMKM dapat memperluas pasar, membangun kemitraan dengan daerah lain, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperkuat daya saing agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” katanya.
Ia menilai kepercayaan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 merupakan kesempatan strategis untuk memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat perdagangan, budaya, dan penyelenggaraan kegiatan nasional di kawasan timur Indonesia.
“Kami berharap Sulawesi Selatan tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga memperoleh manfaat nyata dari sisi ekonomi, sosial, budaya, dan promosi potensi daerah, khususnya produk kriya dan wastra unggulan,” ujar Sukarniaty.
Ajang nasional tersebut juga diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, perajin, dan masyarakat.
Sukarniaty menambahkan, tema HUT Dekranas tahun ini, “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing karya para perajin Indonesia agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. (ant/MK)
Editor: Agus S.




