MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memanfaatkan Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 untuk menawarkan berbagai potensi investasi daerah kepada delegasi dari 28 negara yang hadir di Makassar.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengatakan Sulsel memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia dengan berbagai sektor unggulan yang siap dikembangkan melalui kemitraan global.
Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, industri, pariwisata, hingga ekonomi kreatif memiliki prospek besar untuk menarik investasi sekaligus memperluas kerja sama internasional.
Fatmawati menjelaskan keberadaan pelabuhan internasional, kawasan industri, sentra produksi pertanian dan perikanan, serta konektivitas yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia Timur menjadi kekuatan utama Sulsel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi modal penting untuk menarik investasi sekaligus memperluas akses pasar bagi berbagai produk unggulan daerah.
“Melalui Indonesia Gastrodiplomacy Series, kami berharap lahir lebih banyak kolaborasi yang mampu menghadirkan investasi, memperluas pasar produk unggulan daerah, serta menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sulsel terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha, serta mitra internasional.
Menurut Fatmawati, hubungan yang terjalin melalui forum internasional tersebut diharapkan berkembang menjadi investasi dan kemitraan konkret yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi daerah sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Business Forum IGS 2026 diikuti delegasi dari 28 negara, di antaranya Jepang, Australia, Brasil, Belanda, Malaysia, Pakistan, Nigeria, Filipina, Meksiko, Tunisia, Finlandia, Serbia, Venezuela, Ethiopia, Polandia, Kosta Rika, Rwanda, Laos, Kuba, Kamboja, Bosnia dan Herzegovina, Uruguay, Fiji, Peru, Bulgaria, Ukraina, Solomon Islands, dan Zimbabwe. (ant/MK)
Editor: Agus S.




