MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program Gerakan Donor Darah Mingguan sebagai upaya memperkuat ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan program tersebut merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan darah yang belum sepenuhnya diimbangi jumlah pendonor sukarela.
“Kami siap berkontribusi untuk kemanusiaan. Kita akan buat gerakan donor darah mingguan, sehingga stok darah di PMI itu terpenuhi tanpa kekurangan untuk membantu pasien yang membutuhkan,” ujarnya, Minggu (21/6).
Menurut Munafri, gerakan donor darah akan melibatkan seluruh kecamatan hingga tingkat RT dan RW agar pelaksanaannya lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal menjelaskan kebutuhan darah di Makassar terus meningkat seiring banyaknya pasien rujukan dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Timur yang menjalani perawatan di Makassar.
Hingga pertengahan 2026, PMI Makassar telah mengumpulkan sebanyak 16.568 kantong darah. Sekitar 85 persen di antaranya berasal dari pendonor sukarela.
Meski demikian, PMI masih harus memenuhi kebutuhan darah melalui donor keluarga karena keterbatasan stok yang tersedia.
“Ini menjadi perhatian bagi kami. Kami berharap ke depan kebutuhan darah dapat lebih banyak dipenuhi dari pendonor sukarela,” kata Syamsu Rizal.
Menanggapi kondisi tersebut, Munafri menilai Kota Makassar memiliki potensi besar untuk membangun gerakan donor darah yang masif dan berkelanjutan.
Dengan sekitar 6.000 RT dan 900 RW yang tersebar di seluruh wilayah kota, menurutnya kebutuhan darah dapat dipenuhi melalui jadwal donor yang dilakukan secara bergilir setiap minggu.
“Pemerintah kota siap mengambil peran. Ini persoalan kemanusiaan yang harus kita kerjakan bersama,” katanya.
Munafri menegaskan donor darah merupakan salah satu bentuk aksi kemanusiaan yang sangat mulia karena dilakukan tanpa memandang siapa penerima manfaatnya.
“Orang yang mendonor adalah orang yang paling ikhlas. Dia tidak tahu siapa yang akan menerima darahnya, dari mana asalnya, apa agamanya, tetapi tetap memberikan demi menyelamatkan kehidupan orang lain,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Makassar bersama PMI Kota Makassar akan menyusun skema pelaksanaan donor darah rutin setiap pekan dengan melibatkan camat, lurah, RT, dan RW sebagai motor penggerak partisipasi masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok darah sepanjang tahun sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (ant/MK)
Editor: Agus S




