MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta 369 kepala sekolah yang baru dilantik segera bergerak mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas pendidikan, termasuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.
Instruksi tersebut disampaikan Munafri saat mengukuhkan 314 kepala SD dan 55 kepala SMP dalam pelantikan kepala sekolah terbesar di Kota Makassar dalam satu dekade terakhir.
“Pastikan tidak ada lagi anak-anak Makassar yang putus sekolah. Pendidikan harus bisa diakses secara merata dan berkualitas oleh seluruh warga. Karena itu sekolah harus terus bertransformasi,” tegasnya.
Munafri menilai pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di masa depan.
Karena itu, para kepala sekolah yang baru dilantik diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan masing-masing.
Menurutnya, seluruh kepala sekolah yang terpilih telah melewati proses seleksi yang ketat, objektif, dan transparan mulai dari uji kompetensi, wawancara mendalam, hingga penelusuran rekam jejak.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan Kota Makassar,” katanya.
Munafri berharap kepercayaan yang diberikan pemerintah dapat dijawab melalui integritas, dedikasi, dan kinerja nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di sekolah.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini membutuhkan pemimpin yang visioner, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Aliyah juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
“Kepala sekolah harus mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa,” ujarnya.
Selain meningkatkan kualitas akademik, para kepala sekolah juga diminta memperkuat pendidikan karakter melalui penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, serta budaya prestasi di lingkungan sekolah.
Aliyah menambahkan keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah.
Karena itu, ia berharap para kepala sekolah yang baru dikukuhkan dapat menjadi teladan bagi guru, tenaga kependidikan, siswa, maupun orang tua dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik di Kota Makassar. (ant/MK)
Editor: Agus S.




