MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) bekerja sama dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar pelatihan dan uji kompetensi juru sembelih halal (juleha) bagi pelaku usaha di Sulawesi Selatan.
Kepala KPw BI Sulsel, Riski Ernasi Wimanda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) 2026 yang digagas untuk memperkuat ekosistem rantai nilai halal di daerah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PESyar 2026 yang digagas KPw BI Sulsel untuk memperkuat ekosistem rantai nilai halal di daerah,” ujarnya di Makassar, Selasa.
Pelatihan dilaksanakan secara daring selama tiga hari di Ruang Lecture Theatre Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Program ini juga menjadi bagian dari persiapan kewajiban sertifikasi halal yang mulai berlaku pada 17 Oktober 2026.
Riski menjelaskan, kegiatan tersebut selaras dengan arah pengembangan ekonomi syariah nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas tukang sembelih dan pelaku usaha rumah potong dari Kabupaten Barru, Pangkep, Enrekang, dan Gowa mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan orientasi dan bimbingan teknis terkait syariat Islam serta standar teknis penyembelihan hewan.
Setelah menerima materi teori, para peserta mengikuti praktik langsung penyembelihan sesuai standar yang telah ditetapkan. Tahapan berikutnya adalah mengikuti uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema Penyelia Halal.
Pelatihan dan uji kompetensi juleha dinilai penting karena juru sembelih merupakan mata rantai pertama dalam menentukan status kehalalan produk daging sebelum didistribusikan dan dikonsumsi masyarakat. Ketidaksesuaian proses penyembelihan dengan syariat dan standar kesehatan berpotensi berdampak pada seluruh proses pengolahan di hilir.
Melalui PESyar 2026, BI Sulsel berharap jumlah juleha profesional bersertifikat di wilayah tersebut semakin meningkat. Sinergi antara Bank Indonesia dan lembaga sertifikasi halal juga diharapkan dapat mempercepat penguatan ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah. (ant/KS)




