Dorong Kelola Sampah, Pemkot Makassar Siapkan Hadiah Ratusan Juta untuk RT/RW Terbaik

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan insentif berupa hadiah ratusan juta rupiah bagi RT dan RW yang dinilai serius mengelola sampah mulai dari sumbernya serta mampu mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan penghargaan tersebut akan diberikan kepada RT/RW terbaik pada akhir tahun sebagai bentuk komitmen pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Penghargaan akan diberikan kepada RT/RW terbaik pada akhir tahun, dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah. Ini untuk menunjukkan bahwa kita serius menjaga lingkungan. Kebersihan adalah dasar dari kesehatan,” ujar Munafri saat menghadiri silaturahmi RT/RW di Makassar, Minggu (9/2/2026).

Munafri yang juga Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (IKA FH Unhas) mengajak seluruh RT/RW untuk mengaktifkan kembali budaya kerja bakti mingguan serta memaksimalkan pemanfaatan bank sampah di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi warga. Ia mencontohkan botol plastik bekas yang saat ini memiliki nilai jual sekitar Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram.

“Kalau dikelola dengan baik di tingkat RT, sampah plastik bisa menjadi tambahan pendapatan warga sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” jelasnya.

Terkait kebijakan retribusi sampah, Munafri menegaskan bahwa pembebasan biaya hanya diberikan kepada warga kurang mampu. Salah satu indikator yang digunakan adalah daya listrik rumah tangga, yakni maksimal 900 watt.

“Kebijakan ini dibuat untuk menjaga daya beli masyarakat miskin. Tapi kalau tinggal di perumahan real estate, tentu tidak bisa meminta gratis retribusi sampah. Ini soal keadilan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Munafri juga memperkenalkan sistem pengaduan publik berbasis digital melalui aplikasi Lontara. Seluruh RT dan RW diwajibkan mengunduh aplikasi tersebut agar dapat memantau serta meneruskan aduan warga secara cepat dan terintegrasi.

READ  Kelompok Kerja Kepala Sekolah di Makassar Dukung Program MBG

Ia menegaskan, setiap laporan warga yang tidak ditindaklanjuti dalam waktu dua hari akan langsung masuk ke ponsel pribadinya untuk segera dievaluasi.

“Persoalan jalan rusak, sampah, dan drainase harus cepat diselesaikan. Alhamdulillah, tahun ini banjir di Makassar jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Melalui skema insentif, penguatan peran RT/RW, serta pemanfaatan teknologi digital, Pemkot Makassar berharap pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER