Pemkab Gowa Perkuat Penanganan Kemiskinan Ekstrem melalui Tim LACAK

GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memperkuat penanganan kemiskinan ekstrem melalui Tim Layanan Aksi Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK) dengan melakukan pendataan langsung ke lapangan agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengatakan penanganan keluarga miskin ekstrem menjadi bagian penting dari program prioritas pemerintah daerah dalam upaya menekan dan menghapus status miskin ekstrem di wilayah Kabupaten Gowa.

“Kami akan terus melakukan intervensi kepada masyarakat agar target penurunan kemiskinan ekstrem di Gowa bisa segera terwujud,” ujar Husniah di Gowa, Jumat (23/1/2026).

Ketua Tim LACAK Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem adalah persoalan akurasi data. Ia mengungkapkan masih terdapat keluarga miskin ekstrem yang belum terjangkau program bantuan akibat ketidaksesuaian data yang ada.

“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan ekstrem di Gowa berada di 0,14 persen. Namun di lapangan kami menemukan masih ada ratusan keluarga yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius,” ujarnya.

Kaharuddin menjelaskan, LACAK merupakan program lanjutan dari Gowa Sejahtera (Gowa Masunggu) yang dijalankan pada 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati Gowa periode 2025–2030. Dalam pelaksanaannya, ditemukan sejumlah keluarga yang secara faktual tergolong miskin ekstrem, namun tidak tercatat dalam basis data resmi.

“LACAK hadir untuk memastikan data lebih akurat melalui pendataan langsung dari rumah ke rumah. Data ini melengkapi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) karena berbasis kondisi riil masyarakat di lapangan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, pendataan dilakukan oleh Sahabat LACAK yang tersebar di 18 kecamatan, 167 desa dan kelurahan, serta 675 dusun. Pendataan dilakukan secara aktif dengan metode door to door, menggunakan asesmen komprehensif yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kondisi rumah, kepemilikan identitas, serta riwayat bantuan yang pernah diterima.

READ  Soal Literasi Keamanan Siber, Diskominfo Lutra Aktif Lakukan Sosialisasi Jelang Pemilu 2024

“Data yang dihimpun menggunakan indikator BPS, BKKBN, dan Kementerian Sosial melalui aplikasi Si LACAK. Selanjutnya disertai rekomendasi dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti,” jelas Kaharuddin.

Sepanjang tahun 2025, kerja Tim LACAK telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di antaranya perbaikan 23 rumah tidak layak huni, 18 rumah dalam proses pembangunan atau telah direkomendasikan, serta fasilitasi akses air bersih PDAM untuk tiga rumah.

Selain itu, LACAK juga memfasilitasi bantuan biaya pengobatan bagi 15 kepala keluarga, bantuan modal usaha, serta program Z-Mart untuk 13 kepala keluarga guna mendorong kemandirian ekonomi.

Seluruh intervensi tersebut didukung oleh alokasi anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Pada 2025, anggaran yang digunakan sebesar Rp213.500.000 selama lima bulan. Sementara pada 2026, direncanakan anggaran sebesar Rp500.000.000 untuk mendukung operasional selama 12 bulan.

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional 867 relawan Sahabat LACAK yang bekerja di seluruh wilayah Kabupaten Gowa, mencakup insentif relawan sekitar Rp100.000 per bulan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan relawan.

“Dengan cakupan wilayah yang luas dan tugas pendampingan langsung kepada masyarakat, anggaran tersebut masih tergolong terbatas. Namun kami berupaya memaksimalkan kinerja agar penanganan kemiskinan ekstrem benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Kaharuddin. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER