Basarnas Lanjutkan Pencarian Delapan Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

MAKASSAR — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melanjutkan operasi pencarian terhadap delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Upaya ini dilakukan setelah tim SAR berhasil mengevakuasi dua jenazah korban dari lokasi kejadian.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan bahwa pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.

“Kami masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pencarian terhadap sisa korban yang belum ditemukan,” ujar Yudhi Bramantyo dalam konferensi pers di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (20/1/2026) malam.

Ia menyampaikan bahwa tim SAR berencana kembali mengerahkan helikopter untuk mendukung operasi pencarian, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang kerap berubah di lokasi pegunungan.

“Kami berupaya menggunakan helikopter besok. Namun kondisi cuaca menjadi faktor penting yang sangat menentukan,” katanya.

Menurut Yudhi, cuaca buruk sempat menghambat proses pencarian, sehingga tim juga menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk membuka peluang cuaca cerah di area pencarian.

“Kemungkinan besok pagi modifikasi cuaca kembali dilakukan. Harapan kami, pagi hingga siang hari cuaca mendukung sehingga pencarian dapat dilaksanakan secara optimal,” ujarnya.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan dua jenazah korban di lokasi kecelakaan. Satu jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi oleh tim DVI pada Selasa (20/1/2026).

“Kami memprioritaskan penyelesaian evakuasi satu jenazah lagi yang masih dalam perjalanan. Mudah-mudahan besok sudah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara untuk segera diidentifikasi,” kata Yudhi.

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengerahkan tim DVI untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data guna mengidentifikasi dua jenazah korban yang telah ditemukan dan dievakuasi dari Gunung Bulusaraung.

READ  PLN UIP Sulawesi Salurkan Paket Sembako untuk Purnabakti di Bulan Ramadhan

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) sebelumnya dinyatakan hilang kontak di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan saat hendak mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang. Tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

Sementara itu, awak pesawat terdiri atas pilot Andi Dahananto dan kopilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, dan Dwi Murdiono, serta dua pramugari Florencia Lolita dan Esther Aprilita. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER