MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
Bersama DLH Kota Makassar, BPBD terlibat langsung dalam penanganan pohon tumbang sekaligus melakukan pendampingan, peninjauan, dan peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di wilayah Kepulauan Sangkarrang, Rabu. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana berbasis lingkungan.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menegaskan keterlibatan BPBD dalam kegiatan lintas sektor merupakan bagian dari upaya pencegahan bencana sejak dini, terutama di kawasan kepulauan yang memiliki karakteristik geografis berbeda dengan wilayah daratan.
“Penanganan pohon tumbang ini bukan hanya soal membersihkan akses, tetapi bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat. Sementara pengelolaan sampah melalui TPS 3R juga sangat penting karena lingkungan yang terjaga adalah fondasi utama dalam pengurangan risiko bencana,” ujar Fadli.
Dalam kegiatan tersebut, personel BPBD Kota Makassar turut melakukan pendampingan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup bersama Camat Kepulauan Sangkarrang dan jajaran saat melakukan penyeberangan ke pulau. Pendampingan dilakukan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang melanda Makassar dalam beberapa hari terakhir.
Selain pendampingan, BPBD Makassar juga melakukan penanganan pohon tumbang yang berpotensi membahayakan keselamatan warga saat peninjauan dan peresmian TPS 3R di Pulau Kodingareng dan Pulau Barrang Lompo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Fadli menambahkan bahwa wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari akses transportasi, kondisi cuaca, hingga keterbatasan sarana prasarana. Karena itu, diperlukan perhatian dan sinergi yang kuat dari seluruh perangkat daerah.
“BPBD tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan DLH, pemerintah kecamatan, dan masyarakat menjadi kunci agar wilayah kepulauan kita semakin aman, bersih, dan tangguh menghadapi potensi bencana,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana semakin tumbuh. Penguatan infrastruktur pendukung seperti TPS 3R di Pulau Kodingareng dan Pulau Barrang Lompo juga diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang menciptakan kawasan kepulauan yang lebih aman dan berkelanjutan. (ant/KS)




