MAKASSAR — PT PLN mencatat kenaikan signifikan transaksi penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah kerja Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar). Jumlah transaksi meningkat hingga tiga kali lipat.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengungkapkan sebanyak 6.328 transaksi pengisian daya kendaraan listrik tercatat di SPKLU PLN UID Sulselrabar. Angka ini meningkat sekitar 370 persen dibandingkan periode mudik tahun lalu yang hanya mencapai 1.699 transaksi.
“PLN terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terima kasih kepada pengguna kendaraan listrik yang telah mempercayakan layanan pengisian daya di SPKLU PLN,” ujar Edyansyah di Makassar, Selasa.
Ia menegaskan PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam melakukan pengisian daya. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, PLN UID Sulselrabar memastikan ketersediaan 65 unit SPKLU yang beroperasi di 52 lokasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
Data Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan signifikan jumlah mobil listrik. Pada 2023 tercatat 184 unit, meningkat menjadi 512 unit pada 2024, dan melonjak menjadi 1.256 unit pada 2025.
Salah satu pengguna SPKLU PLN ULP Karebosi, Fahrul, mengapresiasi fasilitas fast charging yang tersedia. “Ini sangat membantu kami untuk mengisi daya kendaraan listrik. Pengisiannya cepat dan tempatnya nyaman,” katanya.
Hal senada disampaikan Rudianto, pengguna SPKLU PLN UP3 Parepare, yang mengaku puas dengan layanan dan fasilitas SPKLU. “Penggunaan mobil listrik lebih hemat dan tidak perlu mengantre saat mengisi daya,” ujarnya.
Sementara itu, Afrizal, pengguna SPKLU PLN UP3 Makassar Selatan, menyebut keberadaan SPKLU sangat membantu mobilitas pengguna kendaraan listrik, baik di dalam maupun luar kota.
“Dari sisi biaya operasional jauh lebih irit. Jika menggunakan mobil konvensional, saya bisa menghabiskan Rp500 ribu per bulan. Dengan mobil listrik dan mengisi daya di SPKLU PLN, biayanya sekitar Rp200 ribu per bulan,” katanya. (ant/KS)




