MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima kembali Tim Medis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama relawan Andalan Peduli Tahap II usai menuntaskan misi kemanusiaan tanggap darurat bencana di Sumatera dan Aceh.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Kamis, mengatakan penugasan tahap II selama sepekan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk amanah sekaligus tindak lanjut atas permintaan langsung Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
“Tim berhasil mengaktifkan kembali RSUD Aceh Tamiang dan membentuk puluhan posko lengkap dengan genset, instalasi kabel dan lampu penerangan, dapur umum, dokter spesialis dan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta fasilitas pendukung lainnya. Sekitar 2.000 pasien dilayani selama masa tugas, termasuk tindakan operasi bedah,” ujar Andi Sudirman.
Ia menjelaskan, selain pelayanan medis dasar, tim juga melakukan sejumlah operasi bedah sebagai bagian dari upaya penyelamatan dan pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana. Posko-posko pelayanan kesehatan disebar hingga ke wilayah terpencil yang hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan khusus.
Setelah seluruh rangkaian tugas tahap kedua rampung, Tim Medis Sulsel dan relawan Andalan Peduli secara resmi menyerahkan kembali seluruh posko serta fasilitas pelayanan kepada pemerintah setempat. Dengan demikian, RSUD Aceh Tamiang kini dinyatakan siap beroperasi dan melayani masyarakat secara normal.
Meski misi tahap II telah selesai, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan disebut masih terus melakukan upaya kemanusiaan lanjutan. Bantuan tambahan tetap dikirim dan difasilitasi ke wilayah Aceh Tamiang serta Sibolga, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah terdampak bencana.
“Tahap II telah kembali setelah seluruh posko diserahterimakan. Kondisi RSUD sudah siap melayani. Andalan Peduli masih terus melakukan pengiriman dan fasilitasi bantuan ke Aceh Tamiang dan juga Sibolga sesuai kebutuhan wilayah,” kata Andi Sudirman.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam mendukung penanganan bencana secara berkelanjutan serta memperkuat solidaritas antardaerah dalam misi kemanusiaan. (ant/KS)




