LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUP) terus mendorong hilirisasi komoditas kakao dengan menggelar pelatihan pengolahan biji kakao bagi pelaku usaha dan petani. Upaya ini menjadi bagian dari visi pembangunan “Luwu Unggul, Berkarakter dan Berbasis Agribisnis” yang menempatkan sektor perkebunan sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.
Kepala DKUP Luwu, Rahimullah, mengatakan kakao merupakan komoditas unggulan yang memiliki peluang besar untuk berkembang tidak hanya sebagai bahan mentah, tetapi juga sebagai produk olahan bernilai tambah tinggi. Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan produksi, melainkan bagaimana menghasilkan kakao berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
“Pengolahan yang baik—mulai dari fermentasi, pengeringan, sampai teknik pengolahan lanjutan—akan menentukan kualitas akhir produk. Ini yang akan memperkuat daya saing komoditas kakao kita,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, pemerintah daerah berharap kapasitas petani dan pelaku UMKM semakin meningkat, sekaligus memperkuat etos kerja, kedisiplinan, serta mendorong inovasi dan hilirisasi pada sektor pengolahan kakao. Rahimullah menegaskan komitmen Pemkab Luwu untuk memberikan pendampingan, fasilitas, dan kebijakan yang mendukung tumbuhnya industri kakao lokal.
“Kami ingin pelatihan ini menjadi momentum perubahan. Pemerintah Kabupaten Luwu akan terus hadir melalui program pemberdayaan dan pendampingan agar pelaku usaha kakao bisa berkembang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro, Syahrir, menjelaskan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai teknik pengolahan biji kakao sesuai standar mutu dan keamanan pangan. Pelatihan tersebut diikuti 20 peserta dari kelompok tani dan pelaku usaha pengolahan kakao yang selama ini menjadi bagian dari rantai pasok kakao di Kabupaten Luwu.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal, membuka peluang produk-produk berbasis kakao dari Luwu untuk naik kelas, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat. (ant/KS)




