MAKASSAR – Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) menyatakan kesiapan untuk memberangkatkan sekitar 80 dokter umum guna membantu pelayanan kesehatan bagi korban banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra.
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PDUI, dr. Halik Malik, dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya siap berkontribusi maksimal, terlebih setelah melakukan penilaian awal di sejumlah titik terdampak.
“Kami akan segera rapat pembentukan Satgas Dokter Umum Peduli. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan melepas gelombang pertama dokter umum untuk bertolak ke daerah terdampak bencana,” ujarnya.
Halik menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan respons atas kebutuhan mendesak pemerintah daerah terhadap tenaga kesehatan untuk memberikan layanan perawatan bagi korban banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Menurut dia, PDUI juga telah mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang memaparkan berbagai kendala pemulihan bencana. Sejumlah sektor terdampak membutuhkan penanganan segera, termasuk infrastruktur dan layanan kesehatan.
Muzakir atau Mualem menyampaikan bahwa beberapa wilayah terdampak membutuhkan sekitar 300 dokter selama masa pemulihan hingga layanan kesehatan dasar kembali beroperasi normal.
Tingginya kebutuhan ini dipengaruhi jumlah pengungsi yang mencapai 1 juta jiwa dan tersebar di berbagai lokasi, disertai kelangkaan air bersih, kebutuhan makanan bergizi, serta kondisi lingkungan pascabanjir yang memicu munculnya berbagai penyakit. (ant/KS)




