MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan daya saing ekspor Makassar melalui penguatan layanan karantina dan kerja sama lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan dalam agenda Sulsel Export Day 2025 yang melibatkan berbagai instansi serta pemerintah daerah untuk memperkuat perekonomian nasional melalui jalur ekspor.
Kepala Karantina Sulsel Sitti Chadidjah menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem pengawasan dan jaminan mutu komoditas ekspor sebagai langkah menjaga kelancaran arus barang. Ia menegaskan bahwa seluruh produk pertanian, perikanan, dan kehutanan yang keluar dari Sulawesi Selatan harus memenuhi standar kesehatan dan mutu negara tujuan agar mampu bersaing di pasar global.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap pra-pengiriman, pemeriksaan fisik dan laboratorium, hingga penerbitan sertifikat karantina. Langkah ini menjadi fondasi penting agar komoditas seperti hasil perikanan, peternakan, dan pertanian memiliki tingkat kepercayaan tinggi di pasar internasional.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pelaku usaha dalam mempercepat arus logistik dan meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor. Ia menekankan bahwa pelabuhan memegang peranan vital dalam menentukan efisiensi ekonomi suatu wilayah.
Menurutnya, efisiensi sektor logistik akan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global. Negara dengan tata kelola logistik yang baik akan lebih unggul dalam kompetisi perdagangan dunia, sehingga penguatan fungsi pelabuhan dan koordinasi lintas instansi menjadi kebutuhan mendesak.
Sulsel Export Day 2025 juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari kabupaten dan kota, antara lain Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Barru Abustan A Bintang, Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, serta perwakilan kepala daerah lainnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi terhadap peran Karantina Sulawesi Selatan yang dinilai konsisten melakukan pendampingan, pelayanan, dan edukasi kepada daerah penghasil komoditas ekspor. Ia menyebut berbagai produk dari Sidrap dapat diterima negara tujuan berkat dukungan karantina dalam memastikan standar kesehatan dan mutu. (ant/KS).




