DP2KBP3A Pangkep Perkuat Kemitraan Cegah Perkawinan Usia Anak

PANGKEP – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus memperkuat kemitraan lintas sektor untuk menekan angka perkawinan usia anak di wilayahnya.

“Kami senantiasa menjalin kemitraan dengan lembaga nonpemerintah (NGO), tokoh masyarakat, dan instansi terkait untuk mencegah perkawinan usia anak,” kata Kepala DP2KBP3A Kabupaten Pangkep, Nurliah Sanusi, di Pangkep, Minggu.

Menurut Nurliah, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi intensif kepada masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM), serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Berdasarkan data DP2KBP3A Pangkep, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 42 kasus perkawinan usia anak. Sedangkan hingga September 2025, jumlahnya menurun menjadi 22 kasus. Sebagian besar kasus dipicu oleh kehamilan di luar nikah, sementara sisanya disebabkan oleh faktor ekonomi.

“Dispensasi nikah di bawah usia 19 tahun tidak layak diberikan kecuali dalam kondisi khusus seperti sudah terjadi kehamilan,” jelas Nurliah.

Ia menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan seluruh desa, kelurahan, dan sekolah-sekolah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya perkawinan usia anak, baik dari aspek kesehatan reproduksi maupun kesiapan mental pasangan muda.

Hal senada disampaikan oleh Nurhayati dari bidang Advokasi dan Pengorganisasian YKPM. Ia menyebut pihaknya aktif melakukan pendampingan di sejumlah pulau di Kabupaten Pangkep guna menyosialisasikan bahaya pernikahan usia anak.

“Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus perkawinan anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Batas Usia Menikah, di mana usia minimal menikah bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun,” ujarnya.

Nurhayati menegaskan bahwa edukasi dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memutus rantai perkawinan anak di wilayah kepulauan Pangkep, yang selama ini masih menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. (ant/KS)

READ  Wali Kota Makassar Minta Dai Perkuat Persatuan dan Pencerahan Umat
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER