MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pentingnya melestarikan budaya maritim sebagai bagian dari jati diri masyarakat Bugis-Makassar. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Grand Final Katinting Race 2025 Piala Gubernur Sulsel di Taman Andalan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Senin (27/10/2025).
“Budaya maritim ini harus kita lestarikan sebagai warisan nenek moyang kita yang dikenal sebagai pelaut ulung,” ujar Andi Sudirman.
Katinting Race kini menjadi ikon kebanggaan masyarakat pesisir Sulawesi Selatan. Ajang ini memadukan kecepatan, keterampilan mengemudi, ketangguhan menghadapi ombak, dan nilai-nilai tradisi maritim yang masih dijaga oleh masyarakat pesisir.
Lomba yang digelar dalam rangka peringatan ke-356 tahun Provinsi Sulawesi Selatan pada 24–26 Oktober 2025 tersebut menjadi daya tarik ribuan warga yang memadati kawasan CPI. Selain memperebutkan Piala Gubernur Sulsel, para peserta juga bersaing untuk memperebutkan hadiah pembinaan dan perlengkapan mesin dengan total senilai Rp100 juta.
Enam rider terbaik dari tiga daerah—Kalimantan Timur, Sidrap, dan Bone—berhasil mencapai babak final setelah mengalahkan ratusan peserta dari berbagai wilayah. Hasil akhir lomba menempatkan Hamzah dari Kabupaten Sidrap sebagai juara pertama, disusul Deni dari Kutai Kartanegara dan Jhon Stepanu dari Kalimantan Timur di posisi kedua dan ketiga. Juara keempat dan kelima juga diraih peserta asal Kaltim, sedangkan posisi keenam ditempati rider asal Bone.
“Saya ucapkan selamat kepada rider asal Sidrap yang berhasil meraih juara pertama. Ajang ini bukan sekadar lomba adu kecepatan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap budaya maritim Sulawesi Selatan,” kata Andi Sudirman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan Sulsel, para sponsor, dan peserta dari luar provinsi yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. “Terima kasih atas partisipasinya. Semoga Katinting Race terus berlanjut dan menjadi event kebanggaan yang semakin besar di masa mendatang,” ujarnya. (ant/KS)




