MAKASSAR, KORANSULSEL — Gelaran Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) 2025 yang berlangsung selama empat hari, 24–27 Juli 2025, di Makassar, berhasil membukukan nilai transaksi hingga Rp1,2 miliar. Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi produk wastra lokal sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti kuat bahwa produk wastra Sulsel memiliki nilai ekonomi yang signifikan, tidak hanya nilai budaya.
“Ini membuktikan bahwa produk wastra Sulsel tak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi,” ujar Rizki dalam keterangannya di Makassar, Senin (28/7/2025).
Selama penyelenggaraan, KKS 2025 mencatat lebih dari 6.000 pengunjung. Antusiasme ini dinilai mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap potensi ekonomi kreatif daerah, khususnya di sektor wastra.
“KKS bukan sekadar pameran, tapi momentum nyata untuk mengangkat potensi UMKM Sulsel, terutama sektor wastra, sebagai kekuatan ekonomi kreatif berbasis budaya,” tambah Rizki.
Rangkaian kegiatan KKS meliputi Exhibition, Fashion Show, Workshop, Demonstration, Focus Group Discussion, hingga Summit. Event ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini yang dinilainya sebagai katalisator dalam pengembangan ekonomi kreatif dan industri wastra lokal.
“KKS Wastra Heritage Market 2025 merupakan media yang patut didukung dan diapresiasi karena membuka peluang bisnis luar biasa bagi perkembangan wastra lokal,” ujar Jufri.
Ia juga memuji peran aktif Bank Indonesia Perwakilan Sulsel dalam menghadirkan berbagai peluang pasar bagi UMKM, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terstruktur.
“Bukan hanya wastra, tapi seluruh potensi ekonomi kreatif Sulsel perlu didorong agar mampu bersaing di level nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Dengan capaian transaksi miliaran rupiah dan partisipasi ribuan pengunjung, KKS 2025 dinilai berhasil menjadi ruang pamer sekaligus pengungkit nilai tambah ekonomi dari warisan budaya Sulawesi Selatan. (ant/KS)




