MAKASSAR, KORANSULSEL – Tim peneliti dari Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan sebuah inovasi berbasis teknologi untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting, melalui aplikasi bernama SEHATI (Sistem Evaluasi Kesehatan Anak Tumbuh Ideal). Penelitian ini merupakan bagian dari skema hibah Penelitian Fundamental Reguler (PFR) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktiristek tahun 2025.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Kadek Ayu Erika, MKes, menjelaskan bahwa aplikasi SEHATI difokuskan pada upaya pencegahan dan penurunan stunting, dengan wilayah kajian di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Pemilihan lokasi ini berdasarkan data Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulawesi Selatan yang mencatat prevalensi stunting di Pangkep masih berada di atas 30 persen—angka yang melampaui rata-rata provinsi sebesar 27,4 persen.
Prof. Kadek menyebutkan bahwa aplikasi SEHATI dirancang sebagai platform digital untuk membantu tenaga kesehatan dan orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Selain itu, aplikasi ini menyediakan edukasi mengenai kesehatan anak serta layanan konsultasi daring bagi orang tua yang memerlukan bimbingan dalam perawatan anak. Ia menegaskan bahwa penelitian ini diarahkan menjadi model integrasi teknologi dalam layanan kesehatan anak, melalui kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Herlina, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengapresiasi keterlibatan akademisi dalam pengembangan inovasi lokal yang berdampak langsung terhadap masyarakat, dan berharap pemanfaatan aplikasi SEHATI dapat berlanjut meski penelitian telah selesai. “Setelah penelitian ini, kami di Dinkes dan jajaran Puskesmas akan melanjutkan pemanfaatan aplikasi ini,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi awal, Tim Peneliti menggelar sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi SEHATI di Puskesmas Kota Pangkajene. Kegiatan ini dihadiri Kepala Puskesmas Bontoperak, para bidan koordinator, serta bidan desa dari wilayah kerja dua Puskesmas tersebut. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula simulasi penggunaan aplikasi, yang akan menjadi alat bantu pemantauan tumbuh kembang anak selama tiga bulan ke depan. Program ini diharapkan dapat memperkuat deteksi dini risiko stunting serta menjadi langkah nyata penguatan edukasi berkelanjutan di tingkat keluarga dan layanan kesehatan primer. (ant/KS)




