MAKASSAR, KORANSULSEL – Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Khairul, memimpin rombongan pejabat Pemerintah Kota Tarakan dalam kunjungan kerja ke Kota Makassar, Rabu (10/7/2025), untuk mempelajari strategi penerapan Smart City yang telah diterapkan secara luas di kota tersebut.
“Kami menganggap Kota Makassar sudah jauh lebih maju dibandingkan kota-kota lain. Kami mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai,” ujar Khairul saat berada di Makassar.
Dalam kunjungan itu, Khairul membawa 30 pejabat dari berbagai instansi teknis. Fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari sistem digitalisasi yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi pasar dan parkir, yang dinilai masih menjadi tantangan di Kota Tarakan.
Ia mengakui bahwa pengelolaan retribusi parkir di Tarakan memiliki potensi pendapatan yang besar, namun implementasinya masih belum optimal. Pengalaman Kota Makassar dalam mengelola potensi tersebut melalui sistem digital menjadi acuan penting untuk diterapkan di daerahnya.
“Melalui kunjungan ini, kami dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga untuk mendukung penguatan PAD dan pelayanan publik berbasis teknologi,” ucap Khairul.
Pemerintah Kota Tarakan pun menyatakan komitmennya untuk mempercepat implementasi inovasi digital, demi menghadirkan tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.
“Salah satu yang ingin kami pelajari adalah konsep Smart City yang telah diterapkan di Makassar,” tambah Khairul.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kedatangan rombongan dari Tarakan. Ia menegaskan bahwa Kota Makassar siap berbagi pengalaman dan inovasi, khususnya dalam digitalisasi layanan publik dan sistem penguatan pendapatan daerah.
“Kami terbuka untuk kolaborasi. Digitalisasi retribusi pasar dan parkir menjadi langkah strategis yang telah membantu Makassar meningkatkan PAD secara signifikan,” ujar Munafri yang akrab disapa Appi.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus melakukan berbagai terobosan untuk mendorong modernisasi sistem pendapatan berbasis digital. Meski demikian, nilai-nilai kearifan lokal tetap dijaga dalam setiap proses implementasi teknologi.
Dengan kunjungan ini, diharapkan lahir kolaborasi antardaerah dalam memperkuat tata kelola kota berbasis teknologi, sekaligus mendorong pemerataan kemajuan digital di seluruh wilayah Indonesia. (ant/KS)




