BONE, KORANSULSEL – Banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (8/7/2025). Selain merendam puluhan rumah warga, bencana ini juga menyebabkan satu jembatan gantung di Kecamatan Kajuara hanyut terbawa arus.
Kecamatan yang terdampak banjir meliputi Cenrana, Ulaweng, Ponre, Mare, Tonra, Salomekko, dan Kajuara. Air dengan ketinggian 60–80 sentimeter menggenangi lapangan, jalan, persawahan, dan permukiman warga.
“Bencana alam ini kami terima laporannya dari Koramil setempat dan tim gabungan segera turun membantu masyarakat,” ujar Pasi Ops Kodim 1407/Bone, Lettu Inf Akhyar Budiman.
Salah satu titik paling parah berada di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Di wilayah ini, sedikitnya 50 rumah warga terendam hingga setinggi satu meter. Banjir juga merendam ruas jalan poros Bone–Sinjai hingga sempat membuat lalu lintas lumpuh.
Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lappoase dengan Desa Bulu Tanah di Kecamatan Kajuara juga dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.
Dandim 1407/Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, menginstruksikan seluruh Babinsa untuk siaga penuh dan aktif memantau situasi. Ia juga meminta agar bantuan kepada warga terdampak dimaksimalkan dan masyarakat segera mengungsi jika banjir memburuk.
“Kami minta warga tidak mendekati aliran sungai yang meluap. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Saat ini, proses pendataan jumlah kepala keluarga terdampak masih dilakukan dan koordinasi antarinstansi terus berjalan untuk mempercepat penanganan banjir di lapangan. (ant?KS)




