MAKASSAR, KORANSULSEL – Mengantisipasi banjir saat musim penghujan, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai melakukan pengerukan drainase di sejumlah titik rawan genangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi rutin yang dikembangkan bersama lintas instansi untuk mengatasi sumbatan saluran air.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi kelembagaan dalam menghadapi tantangan tahunan, terutama saat curah hujan tinggi melanda kota.
“Genangan yang terjadi di titik-titik tertentu seperti depan Kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo hingga kawasan Jalan AP Pettarani sudah menjadi persoalan klasik. Kami perlu langkah konkret dan terstruktur untuk mengatasinya,” ujarnya di Makassar, Senin (23/6/2025).
Sebanyak 278 personel Satuan Tugas (Satgas) Drainase diturunkan sebagai kekuatan utama di lapangan. Mereka bekerja bersama personel dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang serta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulsel.
Menurut Zuhaelsi, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara sektoral. Diperlukan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga kesadaran masyarakat.
“Fokus kami adalah membersihkan saluran air dari lumpur, sampah, dan sedimen yang menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air,” jelasnya.
Selain pengerukan, kegiatan ini juga disertai edukasi kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air. Pihaknya ingin membangun kesadaran publik bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian dari upaya pencegahan banjir.
Aksi di Jalan Urip Sumoharjo ini juga menjadi penanda dimulainya program rutin mingguan Dinas PU, yang akan menyasar titik-titik genangan lainnya secara bergilir.
“Kami tidak sekadar membersihkan drainase, tapi juga mengajak masyarakat ikut menjaga. Saluran bersih adalah tanggung jawab bersama,” tutup Zuhaelsi. (ant/KS)




